Wow, Jokowi Naik Tronton Jajal Tol Lampung

Posted on


Ditengah tengah kritikan dari masyarakat mengenai kebijakan hutang rezim Jokowi yang nilainya tercatat sebesar USD 343,13 miliar atau setara dengan Rp 4.636 triliun atau nyaris dua kali APBN 2017 sebagaimana terangkum dalam Nota Keuangan 2018 yang disampaikan Presiden Jokowi di depan anggota MPR- gabungan DPR dan DPD.

Pertumbuhan pembangunan infrastruktur di masa Jokowi juga sangat pesat. Pemerintah memperbesar porsi anggaran ke daerah agar tercipta pembangunan yang berkeadilan. Infrastruktur megah dan mahal bukan hanya dinikmati warga perkotaan, terutama Jawa dan Sumatera, namun juga seluruh pelosok negeri, dari daerah terpencil hingga terluar. Pembangunan di daerah juga menjadi stimulan ekonomi bagi warga setempat dan pada akhirnya akan menjadi menopang ekonomi nasional.

Yang baru saja terjadi di provinsi Lampung, presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol pertama di Provinsi tersebut yaitu Tol Bakauheni Terbanggi Besar segmen Pelabuhan Bakauheni, Simpang Susun Bakauheni sepanjang 8,9 kilometer dan segmen Simpang Susun Lematan, Simpang Susun Kota Baru sepanjang 5,5 lima kilometer.

Seperti ditayangkan Liputan6 Petang Terkini SCTV, Minggu (21/1/2018), usai peresmian, Presiden Joko Widodo menjajal jalan tol yang jadi bagian Jalan Tol Trans Sumatera itu dengan menggunakan truk tronton besar berwarna putih.

Jalan tol ini nantinya berjarak 140, 9 kilometer. Presiden Jokowi yakin pembangunannya tuntas pada Juni 2018 meski masih ada persoalan pembebasan lahan.

Secara umum, jika dibandingkan dengan tahun 2017, porsi utang memang turun. Sebagai gantinya pemerintah akan lebih menggenjot sektor penerimaan pajak. Dari nilai APBN 2018 yang dipatok sebesar Rp 2.204,38 triliun atau naik sekitar Rp 71 triliun dibanding total APBN 2017, pendapatan negara dari sektor pajak dan nonpajak diproyeksikan sebesar 1.878,4 triliun atau lebih tinggi dari proyeksi penerimaan sepanjang tahun 2017 sebesar Rp 1.736,06 triliun.

Semoga tahun mendatang utang tidak lagi menjadi andalan rezim Jokowi. Alangkah indahnya jika pertumbuhan ekonomi dan percepatan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah didanai dari uang sendiri, bukan hasil ngutang. Kita sepakat dengan Presiden untuk meninggalkan mental budak, namun bangsa ini juga harus berani meninggalkan ketergantungan pada utang.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *